Arsip Kategori: Wisata

Tarian Erai- Erai, Tarian Asli Kabupaten Lahat

Umak oi Umak

Tolong la Aku

Dunie Umbang

Badanku dide be bada….

Di Dusun ditinggal Kundang

Di Rantau ampe melayang

Sekelumit lirik yang dilantunkan dalam sebuah nyanyian (guritan) diiringi muda mudi yang menarikan Tari Erai-Erai merupakan tarian asli Kabupaten Lahat.

Lirik tersebut menggambarkan tentang kemalangan seseorang yang kurang mampu, pergi merantau meninggalkan kampung halaman untuk mencari kerja. Namun di negeri orang tetap nasibnya tak berubah. Berikut data yang saya himpun dari lapangan?

Dengan fasih sembilan orang penari sedang berlatih sambil mendendangkan pantun yang berisi pesan-pesan kebajikan biasanya. Dan, setiap momen pertunjukkan Tari Erai-Erai mereka selalu mempersembahkan pantun yang berbeda-beda,

Alat-alat musik yang di miliki dari seni tari ini berupa Gitar tunggal, Akordion, Gong, Jidor dan lainnya berikut atribut untuk menari adalah swadaya anggota sanggar ini sendiri. Mereka sadar untuk prestasi yang mereka miliki harus ditunjang kostum yang menarik, atribut panggung yang baik serta alat musik pendukung juga.

Prinsip yang ditanamkannya saat berlatih adalah, untuk berprestasi harus rajin berlatih, berdoa dan berusaha.

“Saat ini yang aktif hanya 20 orang yang menari dan selebihnya sebagai pelantun syair pantun dan pemain musik yang lebih kurang 25 orang. Bahkan ada yang sejak 2003 masih aktif menari, yang paling muda umur sekitar satu tahunan ini belajar menari, ”

Nenek Retina menjelaskan, lebih dari 15 tarian daerah yang diajarkannya selain tari Erai-Erai ini. Misalnya Tari Siwar (Keris) dari Kecamatan Tanjung Sakti, Tari Kebar (Selendang yang mengapakkan seperti sayap), Gegerit dan lainnya. Latihan selepas Sholat Isya hingga pukul 21.30 setiap akhir pekan pada malam Kamis dan malam Sabtu.

Beberapa waktu lalu Retina yang mendirikan sangar tari ini.. mendapat kabar bahwa anak-anak didiknya sempat menari di Belanda mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lahat. Selain itu saat ini ada siswa yang kuliah di Universitas Negeri Jakarta jurusan Seni Tari, di Padang dan Universitas PGRI Palembang jurusan Sendratasik.

“Aku dak nyangke anak-anak ni yang selalu kulatih dengan keras, sering kena tegur hasilnya banyak yang berprestasi dan tidak hanya tingkat Kabupaten Lahat selain itu mereka juga kuliah juga di jurusan seni tari,” ulasnya sembari tersenyum.

Harapan untuk mengembangkan tarian daerah Bumi Seganti Setungguan ini selalu didengungkan dalam setiap doa yang mereka panjatkan sebelum latihan menari. Sayangnya saat ditanyakan adanya bahwa hingga kini belum ada uluran bantuan dalam bentuk dana maupun pelatihan dari dinas maupun instansi terkait. (*)

Sanggar Tari Dek Sangke

Nama sanggar dek sangke, mungkin tak asing lagi bagi masyarakat Kota Lahat dan sekitarnya, karena sanggar yang beralamat di pasar bawah Lahat ini selalu eksis sampai saat ini.

Sangar tari yang dibimbing oleh Bunda Ana Ical ini, sering tampil diberbagai kegiatan acara pernikahan dan kegiatan yang diundang oleh berbagai pihak. “Alhamdullilah untuk sekarang ini, sanggar tari dek sangke tetap eksis, walaupun dari generasi ke generasi tetap ada penerusnya,

Diungkapkan Ana, meski disibukan banyak undangan menghampiri sanggar tari dek sangke untuk mengisi acara diberbagai tempat, namun tidak menjadikan persoalan yang berarti.

“Biasanya tiap ada undangan pernikahan di Lahat ini, tentunya sanggar ini selalu diundang oleh mereka. Bahkan dari hasil saweran yang mereka berikan kepada sanggar ini, itulah modal kita untuk membekali keperluan nantinya,”ucapnya.

Nah, tak hanya itu saja, sanggar yang diambil namanya dengan arti “tak menyangka ini” juga memiliki sederat prestasi yang luar biasa hebatnya, bahkan pernah menjuarai berbagai lomba tari. Baik festival tari maupun lomba tari rai-rai.

“Jika untuk prestasi, sangar ini tak diragukan lagi. Karena sudah beberapa kali memenangkan festival tari maupun lomba tari rai-rai. Apalagi sekarang ini kita selalu memiliki generasi penerus,”pungkasnya.

Objek wisata ayek terjun Prigi

Objek wisata ayek terjun Prigi atau dikenal dengan sebutan air terjun Curup Pandan yang berada di Desa Prigi saat ini masih belum dikelola secara optimalkan oleh pemerintah setempat. Padahal potensinya sudah banyak diketahui oleh masyarakat setempat.

pada hal objek wisata air terjun ini sering didatangi para pengunjung terutama di hari Minggu dan libur. “Memang air terjun ini yang terletak di wilayah Desa Prigi.

lokasi objek wisata ini tidak begitu jauh, karena dapat melalui dua jalur yaitu darat dan sungai. “Jika di darat kita cukup melewati jembatan gantung di Desa Lubuk Sepang sebagai penghubung wilayah Desa Prigi. Atau bisa juga melalui jalur sungai. Tapi kebanyakan dari masyarakat biasanya melewati jembatan gantung. Tapi ada pula penggunjang yang melintasi Desa Prigi,” terangnya.

Objek wisata ini belum dipromosikan dan diperhatikan oleh pemerintah. “kami sangat bersyukur sekali jika wisata ini akan segera dipromosikan,”